Mendaftarkan Pelanggan

Pelanggan yang terdaftar di Billing adalah orang yang akan ditagih. Ia beda dari secret PPPoE atau pengguna hotspot di router Anda: yang di router itu sambungan, yang di sini orangnya.

Satu orang boleh punya lebih dari satu sambungan — PPPoE di rumah dan hotspot di warungnya — dan tetap satu pelanggan dengan satu deret tagihan.

Yang dihitung terhadap batas paket

Hanya row pelanggan di Billing. Secret PPPoE, pengguna hotspot, dan perangkat DHCP di router Anda tidak dibatasi sama sekali, berapa pun jumlahnya.

Artinya: 2.000 voucher hotspot di router tidak memakan kuota apa pun selama Anda tidak mendaftarkannya untuk ditagih.

Cara 1 — Dari router (paling sering dipakai)

Billing → Pelanggan → Daftarkan.

Layarnya menampilkan isi router Anda beserta tanda mana yang sudah terdaftar. Alurnya:

  1. Pilih Router (kalau punya lebih dari satu).
  2. Saring dengan Semua profil atau Sembunyikan yang sudah terdaftar —

yang kedua sangat membantu saat mendaftarkan bertahap.

  1. Centang yang ingin ditagih. Ada Centang semua dan Kosongkan.
  2. Pilih Paket untuk yang dicentang.
  3. Tentukan Tipe bayar dan Jatuh tempo.
  4. Simpan.

Nama pelanggan diambil dari nama secret-nya. Ubah nanti di detail pelanggan bila ingin nama yang lebih manusiawi.

Kalau daftarnya kosong

Bukan karena tidak ada pelanggan, melainkan karena portal belum membaca routernya. Periksa berurutan:

  1. Halaman PPPoE/Hotspot — apakah daftarnya juga kosong?
  2. Status router di Paket Billing — sudah Siap?
  3. Belum? Tempel script penyambungannya, lalu tunggu satu putaran pembacaan

(±15 menit) atau tekan Baca Ulang.

Kalau muncul "kuota habis"

Pendaftaran borongan dipotong, bukan ditolak. Yang muat tetap terdaftar, sisanya dilaporkan sebagai kuota habis — bukan sebagai "sudah terdaftar", karena keduanya beda dan menumpuknya akan membuat portal berbohong soal orang yang justru belum terdaftar.

Naikkan jenjang paket Billing untuk melanjutkan.

Cara 2 — Impor CSV

Billing → Pelanggan → Impor. Ambil contoh formatnya lewat tombol Contoh CSV supaya kolomnya pasti cocok.

Berguna saat pindah dari sistem lain, atau saat data pelanggan Anda sudah rapi di spreadsheet.

Nomor WhatsApp

Nomor inilah yang menerima tagihan dan pengingat. Tanpa nomor, pelanggan itu tetap ditagih dan tetap tercatat — hanya tidak pernah diberi tahu.

Tiga jalan mengisinya:

  • Diketik di detail pelanggan.
  • Impor CSV, ikut kolomnya.
  • Ambil dari comment router — tombol di layar Daftarkan. Banyak ISP menulis

nomor pelanggan di kolom comment secret; portal membacanya dari sana.

Formatnya bebas: 0812…, +62812…, 62 812-3456-7890 semuanya diterima dan dirapikan menjadi satu bentuk di belakang layar.

Status pelanggan

StatusArtinya
AktifDitagih tiap periode
IsolirSedang dibatasi karena menunggak — tagihan tetap berjalan
BerhentiTidak ditagih lagi

Yang berstatus berhenti tetap terhitung terhadap kuota selama belum dihapus: datanya masih ada, masih muncul di daftar, dan masih dapat diaktifkan kembali kapan saja. Yang dihapus tidak terhitung — kuota adalah kapasitas, bukan riwayat.

Detail pelanggan

Buka satu nama di Billing → Pelanggan. Di sana ada:

  • Data diri dan nomor WhatsApp.
  • Daftar langganannya beserta paket, harga, dan tanggal tagih berikutnya.
  • Riwayat tagihan dan pembayaran.
  • Tautan tagihan tetap — alamat yang dikirim lewat WhatsApp. Pelanggan

membukanya untuk melihat tagihan dan cara membayar, tanpa perlu login.

Tautan itu rahasia. Bila bocor — salah kirim, ponsel berpindah tangan — tekan Ganti Tautan; yang lama langsung mati.

Harga khusus satu pelanggan

Isi kolom harga pada langganannya. Kosong berarti ikut harga paket. Berguna untuk pelanggan lama yang harganya belum ikut naik, tanpa perlu membuat paket tersendiri untuk satu orang.

Butuh bantuan lebih lanjut? Konsultasi via WhatsApp atau daftar gratis untuk mencobanya langsung.