Tagihan: Terbit, Jatuh Tempo, dan Kode Unik

Tagihan terbit sendiri. Tombol Terbitkan ada untuk mengejar periode yang terlewat, bukan untuk ditekan tiap bulan.

Kapan sebuah tagihan lahir

Cron harian memeriksa tiap langganan aktif, lalu menerbitkan tagihan sesuai pengaturan Terbit H- (bawaan: 7 hari sebelum jatuh tempo).

Jatuh temponya ditentukan metode langganan itu:

MetodeJatuh tempo
SiklusTanggal tetap tiap bulan untuk semua — mis. setiap tanggal 14
Tanggal aktifUlang tanggal pasang masing-masing pelanggan

Keduanya boleh berdampingan. Pelanggan lama boleh tetap di tanggal pasangnya sementara yang baru mengikuti siklus.

Sebarkan jatuh temponya bila pelanggan Anda ratusan. Pemberitahuan WhatsApp dikirim berjeda beberapa menit per pesan supaya nomor Anda tidak diblokir. Seribu pelanggan yang jatuh tempo di tanggal yang sama menghasilkan antrean berhari-hari. Menyebarnya ke beberapa tanggal menyelesaikannya tanpa kode.

Isi sebuah tagihan

BagianKeterangan
NomorDeret per Member ISP, tidak pernah dipakai ulang
PeriodeBulan yang ditagih
NominalHarga paket, atau harga khusus pelanggan bila diisi
PotonganBaris pengurang — diskon, kompensasi gangguan, pembulatan
Kode unikAngka kecil penanda, lihat di bawah
Nominal tagihYang harus dibayar = nominal − potongan + kode unik
Jatuh tempoTanggalnya
StatusBelum · Lunas · Batal

Kode unik — untuk apa

Kode unik adalah selisih beberapa rupiah yang ditambahkan ke nominal, sehingga tiap tagihan yang jatuh tempo berdekatan punya angka yang berbeda.

Gunanya satu: mencocokkan transfer masuk dengan tagihannya. Sepuluh pelanggan paket 150.000 yang mentransfer di hari yang sama menghasilkan sepuluh mutasi yang identik; dengan kode unik, tiap mutasi menunjuk satu tagihan.

Yang perlu diketahui:

  • Kode unik dipilih dari yang belum terpakai di antara tagihan yang masih

belum lunas, jadi tidak ada dua tagihan hidup berkode sama.

  • Pencocokan membandingkan nominal tagih dikurangi kode unik. Karena itu

mengubah nominal tagihan secara manual dapat membuat kecocokannya hilang — ubahlah lewat Potongan, bukan dengan menimpa nominalnya.

Potongan

Tekan Tambah Potongan di detail tagihan. Tiap potongan punya deskripsi dan nominal, dan seluruhnya tercetak di tagihan yang dibaca pelanggan.

Tagihan berpotongan dianggap lunas berdasarkan nominal TAGIH, bukan nominal kotornya. Kalau sebuah tagihan berpotongan tidak pernah berubah jadi lunas padahal sudah dibayar penuh, itu bug — laporkan, jangan dipaksa lunas manual.

Menggabungkan tunggakan

Pengaturan Gabung tunggakan menempelkan sisa bulan lalu ke tagihan bulan ini, sehingga pelanggan menerima satu tagihan berisi dua periode alih-alih dua tagihan terpisah.

Nyalakan bila pelanggan Anda sering bingung harus membayar yang mana; matikan bila Anda ingin tiap periode berdiri sendiri di laporan.

Membatalkan tagihan

Batal dipakai untuk tagihan yang memang tidak seharusnya terbit — pelanggan sudah berhenti, salah paket, dobel. Ia tidak menghapus apa pun; statusnya berubah menjadi Batal dan tetap terbaca di riwayat.

Tagihan yang sudah lunas tidak dapat dibatalkan. Yang terlanjur salah dicatat, perbaiki dari sisi pembayarannya.

Mengirim ulang ke WhatsApp

  • Satu tagihan — tombol Kirim WA di detailnya.
  • Banyak sekaligus — Kirim Massal di daftar tagihan.

Keduanya masuk antrean yang sama dan berjeda beberapa menit per pesan. Itu disengaja: mengirim cepat-cepat adalah cara tercepat membuat nomor Anda diblokir WhatsApp.

Status tiap pesan terbaca di Billing → WhatsApp → Log Pesan, lengkap dengan sebab kegagalannya bila ada.

Yang dilihat pelanggan Anda

Tautan yang dikirim membuka halaman tagihan — tanpa login, di ponsel. Isinya:

  • Nomor tagihan, periode, rincian, dan nominal yang harus dibayar.
  • Rekening bank, e-wallet, dan QRIS Anda (dari Billing → Pengaturan).
  • Tombol Sudah Bayar untuk mengunggah bukti transfer.
  • Tombol bayar otomatis, bila Pembayaran Otomatis diaktifkan.

Selanjutnya: Menerima Pembayaran.

Butuh bantuan lebih lanjut? Konsultasi via WhatsApp atau daftar gratis untuk mencobanya langsung.