Menerapkan Script L2TP di MikroTik
L2TP adalah pilihan kedua selain SSTP. Keduanya menghasilkan tunnel yang sama dan layanan yang sama — yang berbeda hanya cara jalannya di jaringan.
Kapan memilih L2TP
Pakai SSTP lebih dulu. Ia berjalan di port 443, port yang sama dengan situs web ber-HTTPS, sehingga hampir tidak pernah diblokir.
Beralih ke L2TP bila:
- SSTP tidak pernah tersambung padahal internet lokasi normal — sebagian
jaringan kantor dan beberapa ISP memblokir port 443 untuk selain web
- Router Anda sudah memakai port 443 untuk keperluan lain
| SSTP | L2TP | |
|---|---|---|
| Port | TCP 443 | UDP 1701, 500, 4500 |
| Jarang diblokir | ya | kadang diblokir |
| Beban CPU router | sedikit lebih berat | lebih ringan |
Pada router kecil dengan pemakaian padat, L2TP terasa lebih ringan. Selain itu, keduanya setara.
Mengambil script-nya
- Buka Remote VPN → pilih layanan Anda.
Untuk router Paket Billing, buka Layanan → Paket Billing → Script & detail pada router tersebut.
- Buka tab Script SSTP/L2TP (pada halaman Script, cukup pilih di kotak Protokol)
- Pilih L2TP, dan pilih versi RouterOS Anda (v6 atau v7)
- Salin seluruhnya
Cek versi router Anda di WinBox, pojok kanan atas, atau:
/system resource printMenempelkannya
Buka WinBox → New Terminal, tempel seluruh script, tekan Enter.
Perhatikan keluarannya. Bila muncul kata failure, jangan diabaikan — gulir ke atas dan baca pesannya.
Memastikan berhasil
/interface l2tp-client printKolom status harus connected. Bila masih dialing setelah satu menit, lihat Tunnel Tidak Terhubung.
Halaman detail layanan di portal juga akan menampilkan statusnya dalam beberapa menit — portal membacanya berkala, bukan seketika.
Tentang IPsec
Bila layanan Anda memakai IPsec, script sudah menyertakan kuncinya:
use-ipsec=yes ipsec-secret="..."Anda tidak perlu mengisi apa pun secara manual. Jangan mengubah atau membagikan kunci itu — ia yang mengenkripsi lalu lintas tunnel Anda.
Berpindah dari SSTP ke L2TP
Tempel saja script L2TP-nya. Tunnel SSTP lama tidak akan mengganggu, tetapi sebaiknya dibuang agar router tidak mencoba keduanya bergantian:
/interface sstp-client remove [find comment~"tunnel-"]Port forwarding, akun Hotspot, dan secret PPPoE Anda tidak terpengaruh — semuanya menempel pada layanan, bukan pada protokolnya.
Bila L2TP juga tidak jalan
L2TP memakai UDP, dan sebagian jaringan memperlakukan UDP lebih ketat daripada TCP. Bila keduanya gagal di satu lokasi, kemungkinan besar masalahnya pada sambungan internet lokasi itu — bukan pada pilihan protokol.
Uji dengan tethering dari ponsel untuk memastikan. Bila lewat ponsel berhasil, yang perlu dibicarakan adalah dengan penyedia internet lokasi Anda.