WhatsApp untuk Penagihan
Portal mengirim tagihan, pengingat, dan pemberitahuan pembayaran lewat WhatsApp — dari nomor Anda sendiri, bukan dari nomor CoreNet. Pelanggan Anda melihatnya datang dari ISP-nya, dan membalasnya pun ke Anda.
Tidak ada biaya per pesan. Yang dipakai protokol WhatsApp Web, sama seperti WhatsApp di laptop.
Menyambungkan nomor
Billing → WhatsApp, tekan Generate QR-Code, lalu pindai QR yang tampil dengan ponsel bernomor pelayanan Anda: WhatsApp di ponsel → Perangkat Tertaut → Tautkan Perangkat.
Sesudah tersambung, statusnya menjadi hijau dan bertahan berhari-hari tanpa dipindai ulang.
Pakai nomor yang memang untuk melayani pelanggan, bukan nomor pribadi. Pelanggan akan membalas ke nomor itu.
Yang dikirim otomatis
Tiganya dinyalakan atau dimatikan di Billing → Pengaturan:
| Pemberitahuan | Kapan |
|---|---|
| Tagihan terbit | Saat tagihan baru dibuat (bawaan H-7) |
| Pembayaran diterima | Saat tagihan berubah menjadi lunas |
| Layanan dibatasi / dipulihkan | Saat isolir dijalankan atau dicabut |
Pengingat sebelum jatuh tempo diatur terpisah lewat Ingatkan H- (bawaan 1 hari; 0 = tidak pernah).
Kenapa pesannya tidak terkirim sekaligus
Antrean mengirim berjeda beberapa menit per pesan. Itu bukan kelambatan melainkan penjagaan: WhatsApp memblokir nomor yang mengirim banyak pesan beruntun ke nomor yang tidak menyimpannya, dan nomor yang diblokir berarti seluruh penagihan Anda berhenti.
Akibat yang perlu diperhitungkan: ratusan pelanggan yang jatuh tempo di tanggal yang sama menghasilkan antrean berjam-jam. Dua cara menyelesaikannya, keduanya penyetelan bukan kode:
- Sebarkan jatuh temponya ke beberapa tanggal, tidak semua di tanggal 14.
- Perbesar Terbit H- supaya antrean punya lebih banyak waktu sebelum jatuh
tempo.
Template pesan
Tiap jenis pesan punya templatenya sendiri dan dapat Anda ubah. Di dalamnya ada penanda yang diganti isinya saat dikirim — nama pelanggan, nomor tagihan, nominal, jatuh tempo, tautan tagihan.
- Pratinjau memperlihatkan hasil jadinya dengan data contoh sebelum
disimpan.
- Kembalikan ke Bawaan mengembalikan template asal bila hasil suntingan Anda
ternyata membingungkan.
Penutup pesan di Billing → Pengaturan ditempel di kaki setiap pesan — tempat yang tepat untuk nama ISP, jam layanan, dan nomor teknisi.
Broadcast
Billing → WhatsApp → Broadcast mengirim satu pesan ke banyak pelanggan sekaligus: pemberitahuan gangguan, jadwal pemeliharaan, perubahan harga.
Ia memakai antrean dan jeda yang sama. Broadcast ke seluruh pelanggan pada jam sibuk akan mengantre di belakang tagihan yang sedang dikirim — kirimkan lebih awal bila isinya mendesak.
Log pesan
Billing → WhatsApp → Log Pesan menampilkan tiap pesan beserta statusnya: menunggu, terkirim, atau gagal — dan untuk yang gagal, sebabnya.
Yang paling sering:
| Sebab | Artinya | Yang dilakukan |
|---|---|---|
| Nomor tidak terdaftar WhatsApp | Nomornya benar tetapi bukan pengguna WhatsApp | Hubungi lewat jalan lain; perbaiki nomornya |
| Sesi terputus | Ponsel mati lama, atau tautan dicabut | Pindai ulang QR |
| Nomor kosong | Pelanggan itu belum punya nomor | Isi di detail pelanggannya |
Tombol Kirim Ulang ada di tiap pesan yang gagal.
Kalau sesi terus terputus
- Ponsel yang menaut harus punya internet; ia perantara pengiriman.
- Jangan pakai nomor yang sama di WhatsApp Business dan WhatsApp biasa
bergantian.
- Mencabut perangkat tertaut dari ponsel akan memutus portal. Bila itu terjadi,
pindai ulang.
Selama sesi putus, penagihan tetap berjalan — tagihan tetap terbit dan tercatat, isolir tetap jalan. Yang tertunda hanya pemberitahuannya, dan ia terkirim sesudah sesi hidup lagi.