Rute Statis Antar-Cabang
Setelah semua akun Interkoneksi tersambung, perangkat di dalam LAN tiap cabang — komputer, printer, mesin absensi — belum bisa saling menghubungi.
Itu bukan gangguan. Router hanya tahu jalan ke jaringan yang pernah diberitahukan kepadanya, dan LAN cabang lain belum pernah disebut.
Halaman ini menjelaskan cara memberitahukannya.
Yang Anda butuhkan sebelum mulai
Catat dua hal untuk setiap lokasi:
| Yang dicatat | Contoh | Dari mana |
|---|---|---|
| IP tunnel | 10.10.200.10 | Halaman detail layanan Interkoneksi, kolom IP Tunnel |
| LAN lokal | 192.168.30.0/24 | Router lokasi itu — /ip address print |
192.168.1.0/24 tidak mungkin dihubungkan — router tidak dapat membedakan "192.168.1.5 di sini" dari "192.168.1.5 di sana". Bila kebetulan sama, salah satunya harus diganti dulu. Ini penyebab kegagalan yang paling sering, dan gejalanya menipu: rute terpasang rapi, tunnel running, tetapi ping tetap tidak sampai.Contoh yang dipakai di halaman ini
Dua lokasi:
| Lokasi | IP tunnel | LAN |
|---|---|---|
| Kantor pusat | 10.10.200.10 | 192.168.30.0/24 |
| Cabang Bandung | 10.10.200.11 | 192.168.21.0/24 |
Ganti angka-angka itu dengan milik Anda sendiri.
Langkah 1 — Rute di router kantor pusat
Buka WinBox → New Terminal, tempel:
/ip route remove [find comment~"corenet-route-"]
/ip route add dst-address=192.168.21.0/24 gateway=10.10.200.1 comment="corenet-route-bandung"Perhatikan gateway=10.10.200.1 — itu selalu alamat CoreNet, bukan IP tunnel cabang tujuan. Router mengirim paketnya ke CoreNet, dan CoreNet yang meneruskan ke cabang yang benar.
Langkah 2 — Rute di router cabang Bandung
/ip route remove [find comment~"corenet-route-"]
/ip route add dst-address=192.168.30.0/24 gateway=10.10.200.1 comment="corenet-route-pusat"Langkah 3 — Rute di sisi CoreNet
Tidak perlu meminta apa pun. Begitu Anda mendaftarkan LAN di kolom LAN terdaftar, rute balik di server kami terpasang sendiri dalam hitungan detik, dan ikut tercabut sendiri saat LAN dihapus atau cabang dihentikan.
Sebelum 9 Agustus 2026 langkah ini dikerjakan manual: pelanggan mengirim daftar LAN lewat WhatsApp dan admin memasangnya satu per satu. Cara itu sudah tidak dipakai — dan bila daftar Anda masih terpasang dengan cara lama, hubungi kami supaya diganti ke yang otomatis. Rute lama tidak dikenali sistem baru, sehingga tidak ikut tercabut saat langganan berubah.
Kenapa diawali baris remove
Baris pertama membuang rute CoreNet yang lama sebelum memasang yang baru. Dengan begitu Anda dapat menempel ulang script yang sama setiap kali ada cabang baru, tanpa menumpuk rute kembar yang saling berebut.
Komentar corenet-route- adalah penandanya. Rute lain milik Anda tidak ikut terhapus, karena penanda itu hanya dipakai CoreNet.
Menambah cabang ketiga
Tiap cabang perlu tahu jalan ke semua cabang lain. Menambah lokasi ketiga berarti:
- Tempel ulang script rute di cabang 1 dan 2, kini memuat LAN cabang 3
- Tempel script rute di cabang 3, memuat LAN cabang 1 dan 2
- Kirim ulang daftarnya ke admin
Karena tiap script diawali remove, menempel ulang aman dan tidak menggandakan.
Memeriksa hasilnya
Dari router kantor pusat:
/ping 192.168.21.1 count=4Bila berhasil, dari komputer di LAN pusat pun sudah dapat menjangkau perangkat di LAN cabang.
Bila gagal, periksa berurutan:
- Tunnel tersambung? Halaman layanan menampilkan status tiap akun.
- LAN-nya bertabrakan? Dua cabang tidak boleh memakai rentang yang sama.
- Rute sudah ada?
/ip route print where comment~"corenet-route-" - Firewall cabang tujuan menolak? Sebagian router memblokir paket dari
jaringan yang tidak dikenal. Izinkan LAN cabang lain pada chain=forward.
- Rute di sisi CoreNet sudah dipasang? Ini yang paling sering tertinggal —
pastikan Anda sudah mengirimkan daftarnya kepada kami.